JokBangka – #PANGKALPINANG – #Petugas #Lembaga #Pemasyarakatan (Lapas) #Narkotika #Kelas II A #Pangkalpinang, #Provinsi #Kepulauan #Bangka Belitung, kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu dan ekstasi yang disembunyikan secara cerdik di dalam bakso. Aksi tersebut berhasil dibongkar setelah petugas jeli mencurigai isi makanan yang dibawa oleh seorang pengunjung berinisial DA alias Pipik (42) saat pemeriksaan rutin di area kunjungan lapas pada Rabu siang.

Penyelundupan narkoba dengan teknik menyembunyikan sabu dan ekstasi di dalam makanan menunjukkan tren baru modus operandi sindikat narkoba untuk memasukkan barang haram ke dalam lembaga pemasyarakatan. Berkat pengawasan ketat dan prosedur pemeriksaan yang profesional, upaya tersebut berhasil digagalkan sebelum barang haram itu sampai ke tangan warga binaan.
Kronologi Lengkap Penyelundupan Gagal
Peristiwa bermula ketika DA datang sebagai pengunjung dan membawa bungkusan bakso yang akan dibawa masuk ke dalam Lapas Pangkalpinang. Sebelum memasuki area kunjungan, semua barang bawaan dicek menggunakan mesin X-ray. Monitor mesin menunjukkan ada benda mencurigakan di dalam gumpalan bakso sehingga petugas memutuskan melakukan pembongkaran manual.
Saat dibuka, petugas menemukan enam paket sabu dan empat butir pil ekstasi yang dibungkus rapi di dalam bakso. Temuan ini sontak mengagetkan petugas karena modus yang digunakan cukup tidak biasa dan sulit terdeteksi tanpa pemeriksaan teliti.
Setelah DA diamankan, pihak Lapas langsung berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polresta Pangkalpinang untuk melakukan pengembangan penyelidikan. Dari penggeledahan di tempat kerja pelaku, polisi menemukan tambahan barang bukti seperti alat hisap sabu (bong) dan narkotika dengan total berat bruto mencapai 7,2 gram.
Baca juga: Tragedi Mobil Terbakar di Depan SPBU Bangka Tengah: Diduga Angkut Drum BBM, Api Mengamuk Hebat
Tanggapan Petugas dan Penegak Hukum
Kasat Narkoba Polresta Pangkalpinang, Kompol Yandri S, menjelaskan bahwa sabu dan ekstasi tersebut diduga akan diedarkan kepada narapidana di dalam lapas. Berkat sistem pemeriksaan barang titipan yang ketat serta sinergi antara Lapas dan aparat kepolisian, penyelundupan ini berhasil digagalkan tanpa ada barang haram yang masuk ke dalam sel tahanan.
Pejabat Lapas juga menegaskan bahwa kejadian ini menjadi contoh pentingnya penerapan teknologi deteksi serta pengawasan yang terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya pemberantasan peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan. Tindakan preventif dan respons cepat petugas menjadi kunci keberhasilan menggagalkan modus-modus baru penyelundupan.
Modus Penyelundupan Narkoba yang Meningkat
Kasus ini bukan satu-satunya di Indonesia yang menunjukkan perkembangan modus penyelundupan narkoba ke dalam lapas dan rutan. Sebelumnya, ada laporan soal penyelundupan sabu dalam makanan, seperti kejadian di Lapas Sukamiskin Bandung beberapa tahun lalu, di mana sabu diselundupkan lewat bakso juga.
Baca juga: Polisi Kembali Tangkap Dua Pelaku Pencurian Kelapa Sawit di Jebus
Perkembangan kasus seperti ini menggarisbawahi tantangan besar yang dihadapi aparat pemasyarakatan dan penegak hukum dalam memberantas narkoba, khususnya di lingkungan tertutup seperti lembaga pemasyarakatan.
















